Kamis, 12 Juni 2014

NAMA           : IIS ISTIQOMAH
KELAS          : BIMBINGAN KONSELING ISLAM / SEMESTER V

UNIVERSITAS WIRALODRA-INDRAMAYU







DRAFT MIKRO KONSELING

A.    PROLOG
Putri (konseli) adalah seorang gadis remaja usia 17 tahun (SMA kelas 2). Dia memiliki perawakan , cantik dan menarik,  tingginya kira-kira 160cm, orangtuanya pun kaya raya. Ketika dia kesekolah dia selalu diantar dengan mobil mewah dan sopir berseragam, pakaian yang ia kenakan pun bermerk mahal dan lain-lain. Karena hal itu tak sedikit dari teman-temannya iri tehadap keberuntunganya .Namun, ia sendiri merasa dirinya orang yang paling tidak beruntung. Walau pun ia memiliki teman, namun saat itu ia enggan menceritakan masalahnya kepada teman-temannya Karena ia  ragu kalau-kalau temannya menceritakan masalahnya kepada orang lain. Ketika perasaan itu terus tergambar dalam wajah dan tingkah lakunya, seorang guru BK masuk. Ia memberi layanan klasikal yang baru 1x dikelas mereka. Diakhir sesi guru BK tersebut berkata “oke anak-anak… sekian materi dari ibu. Semoga ilmu yang kita dapat hari ini bisa bermanfaat yah… dan jika kalian memiliki sesuatu hal yang ingin diceritakan baik itu masalah sekolah, beasiswa, teman, pacar (hehe), atau pun masalah dengan keluarga jangan sungkan-sungkan untuk datang keruang ibu, yah… see you next time, wassalamu’alaikum wr.wb”.  Mendengar kata-kata itu putri merasa mendapatkan jawaban hendak kemana ia bertanya tentang masalahnya.
Saat bel pulang berbunyi (12.15) putri berjalan kearah ruang BK. Sesampainya di depan ruang BK putri tidak lang kakinya langsung masuk. Ia malah bolak-balik didepan ruang BK, ia menundukkan kepalanya dengan wajahnya muram terbesit keraguan dalam hatinya. Guru konselor yang ketika itu berada didalam ruangan melihat gelagat putri yang aneh dari dan kemudian menghampirinya.
B.     PERCAKAPAN KONSELING
KONSELOR
KONSELI
KETERANGAN
“assalamu’alaikum
(sambil memegang bahu putri dan
tersenyum ramah)

( Attending )


wa’alaikumsalam bu… “ mencium tangan konselor, konseli kaget sembari tersenyum

“sedang apa neng, mondar mandir didepan ruang ibu?” Konselor tersenyum ramah



“Ah,,, tidak apa-apa bu…” Tersenyum malu-malu

Mari masuk…”
Konselor mengajak konseli untuk masuk ke ruangannya



“baik bu…”
mengikuti masuk kedalam ruang konselor

“Silahkan duduk…”
mempersilahkan  duduk di kursi yang terletak disebuah sudut dekat jendela. Badannya ditegapkan,tangannya terkepal renggang di atas kakinya, dengan tatapannya yang rileks namun penuh perhatian dan senyum ramah yang tersimpul dibibirnya

.

Terimakasih bu…”
mengikuti  guru konselor dan duduk dikursi yang satunya. Mereka berdua hanya dibatasi dengan sebuah meja kecil dengan vas bunga diatasnya

“Boleh ibu tahu, namamu siapa?”



“Putri Mahardika, XI IPS 1, bu”  
Tetap menundukan kepala dan pandangannya

“Oh… putri, kenapa dari tadi menunduk saja neng? “
 ceria



“tidak apa-apa bu…” mengelengkan kepalanya dan tersenyum takut, mencoba tegar

“ada yang bisa ibu bantu?” Sedikit menyondongkan, badan kearah konseli, tersenym ramah

(open to talking with open question)

hum…. terkadang saya agak iri dengan teman-teman saya”
 menghelas napas panjang yang sangat berat dan berpura-pura tegar, menunduk dan kaki satu kaki digerakan
.
 “oh, iri?”
mengerutkan kening dan mengangguk-angguk

(Minimal encourage)

Iya bu,, terkadang….”
Sedih

“Iri kenapa? coba ceritakan pada ibu…”
Tersenyum ramah

(Tell more)

“Begini bu, mereka mempunyai orangtua yang perhatian . Kalau mereka salah, mereka dimarahin, kalau mereka belum pulang, mereka dicariin”.
Menundukan pandangan

“Hm..m.. jadi kamu ingin diperlakukan seperti itu oleh kedua orangtuamu? “
menggerakkan tangan, dan menyipitkan mata

(Paraphrasing)

“Iya bu… tapi orangtua saya agak acuh terhadap saya. Mereka hanya mementingkan mencari uang dari pada saya dan adik saya. “
Menunduk sedih, agak kesal

Nampaknya kamu kecewa dengan kedua orangtua mu?”
 menyipitkan mata

(Identifikasi Masalah /feelling of identification)  

“Iya bu… “
Muram

“apakah kamu berharap orangtuamu melakukan hal seperti itu kepada kamu dan adikmu?”

(Merefleksikan perasaan/ feelling of reflection)

Iya bu, sangat ingiiiin sekali orangtua saya begitu. “
Tersenyum (konseli senang karena perasaannya dimengerti oleh orang lain.) agak merengek

Tapi, bukannya dimarahin itu tidak enak?”
mengangkat alis dan menatap dengan tatapan introgasi

(konfrontasi / confrontasy)  .

“Iya sih bu… tapi bu, tapi saya itu pengen ngerasain dimarahin, dilarang melakukan sesuatu.”
Sedikit merengek

Oh… begitu… jadi selama ini kamu merasa orangtuamu kurang memperhatikan kamu dan adikmu?”

(Summarization)

Iya bu…jadi saya harus bagaimana bu… ? saya pernah mancing-mancing mereka sih bu… saya pernah ngebut-ngebutan dijalan dan terluka.  Saya pernah pulang sampai larut malam hampir jam 12. Tapi.. mereka diam saja mereka hanya bilang “kamu sudah besar. Kamu sudah bisa ngatur diri kamu sendiri” gitu bu….”
Bercerita tentang keingingannya

Iya… jadi kamu ingin orangtuamu menunjukan perhatiannya kekamu itu langsung?”



“Iya bu…”

“Hmm.mm… iya putri ibu mengerti kok… tapi, kita tidak boleh suudzon terhadap orang lain, apalagi dengan kedua orangtua kita. Kita harus husnudzon. Mungkin menurut orangtua putri menunjukan kasih sayang dan perhatian ke putri dan adik putri itu dengan cara memenuhi segala kebutuhan putri. Coba putri lihat teman-teman putri. Mungkin Ada diantara mereka yang tidak pernah makan-makanan enak, tidak punya baju yang bagus dan up todate, tidak bisa sekolah bahkan. Bearti putri termasuk orang yang beruntungkan?”
Memberi sedikit pengarahan. Menggerakan tangan dan senyum ramah



“Iya bu, makasih, saya sedikit paham sekarang”
Mengangguk, tersenyum dan ceria

“Karena putri sudah paham, bearti sekarang putri sudah tahu apa yang harus putri lakukan agar orangtua putri dapat memberikan perhatian seperti yang putri inginkan”



“Iya bu, terimakasih atas bantuannya. Saya mohon diri bu…”
Tersenyum gembira dan bangkit dari kursinya
.
Iya sama-sama. Jangan sungkan untuk datang kesini. Ajak temen-temennya.”
Bangkit dari tempat duduk dan mengantarkan konseli ke ambang pintu



Iya bu, permisi. Assalamu’alaikum
Tersenyum, membungkukan badan dan mencium punggung tangan konselor
.
Wa’alaikumsalam wr.wb. hati-hati dijalan” Tersenyum . dan konseli mengangguk.



Tempat wisata di Indramayu
            


   
                Indramayu, kota mangga... hummm mangga enak banget. Rasanya yang unik, manis asam asin rame rasanya....  selain mangga yang terkenal , indramayu juga punya tempat wisata lhooooo, apa saaja itu. Ini dia...
1.       Pantai tirtamaya
2.       Pantai eretan
3.       Situ bojongsari
4.       Situ bolang
5.       Koloni kera bajar
6.       Makam buyut tambi
7.       Makam pangerang selawe
8.       Makam raden arya wiralodra
9.       Masjid kuno bondan
10.   Pesantren al-zaiutun
11.   Tugu kujang
12.   Vihara dharma ayu
13.   Gedung asisten residen
14.   Pedati kuno
15.   Stsiun kereta api
16.   Alun”
17.   Tugu kijang atau bunderan kijang
18.   Tugu mangga
19.   Kilang minyak balongan
20.   Waduk cipancuh
21.   Situ brahim
Dan masih banyak lagi yang belum di tulis. Seain wisata, kesenian Indramayu juga banyak lhoooooooo, beberapanya nih....
1.       Batik indramayu
2.       Upacara ngarot
3.       Wayang kulit inramayu
4.       Sandiwara indramayu
5.       Rudat akrobat
6.       Tarling
7.       Sintren
8.       Teater masres

Lebih menakjubkan lagi kalau bisa berkunjung langsung ke Indramayu. Mari, wisata ke Indramayu... -JJJ

Nama              : IIS ISTIQOMAH
SEMSETER  : IV (Enam)
Fak/ Prodi      : FAI/ Bimbingan Konseling Islam

RESENSI
Judul Buku                  : Jangan Kuliah ! Kalau Gak Sukses
Judul Resensi Buku    : Jangan Kuliah ! Kalau Gak Sukses
Pengarang                   : Setia Furqon Kholid
Penerbit                       : Rumah Karya
Jenis Buku                   : Non Fiksi
Tahun Terbit                : Tahun 2009
Edisi Buku                  : Cetakan Kelima tahun 2011
Kota Terbit                  : Sumedang
Jumlah Halaman          : 184 halaman
ISBN                           : 978-602-9544-0-3

Buku best seller karangan Setia Furqon (penulis termuda se-Asia Tenggara-saat menulis buku tersebut-) ini merupakan bukun non fiksi yang berisikan tentang motivasi-motivasi bagi para mahasiswa. Buku ini tidak hanya dianjurkan dibaca oleh para mahasiswa tetapi para siswa pun di anjurkan untuk membaca buku ini. Kenapa? Karena didalam buku ini banyak sekali motivasi-motivasi yang berindikasi untuk dapat berubah, berkarya dan bahagia (seperti yang ditulis dalam buku). Motivasi-motivasi yang menyebarkan virus-virus MSP yaitu virus Mahasiswa sukses paripurna.
Didalam buku ini membahas tentang ‘hukum-hukum kehidupan’. Dimana menurut penulis hukum-hukum kehidupan itu ada 3 yaitu:
1.      Hukum kelembaman,
2.      Hukum sebab dan akibat, dan
3.      Hukum peluang.
Setiap mahasiswa dikenakan hukum-hukum tersebut. Hukum kelembaman dimaksudkan agar mahasiswa dapat mempergunakan waktu yang dimilikinya dengan sebaik mungkin. Hukum sebab dan akibat dimaksudkan agar mahasiswa dapat menimbang dahulu keputusan-keputusan yang akan diambilnya. Dan hukum peluang dimaksudkan agar mahasiswa mengambil setiap peluag sukses yang ada dihadapannya. Agar mahasiswa dapat meraih kesuksesannya dalam berbagai bidang; akademis, organisasi dan mendapatkan beasiswa (impian setiap mahasiswa). Ada lima pondasi penyongkong kesuksesan tersebut yaitu:
1.      Spiritual power,
2.      Emotional power,
3.      True financial power,
4.      Intelectual power, dan
5.      Action power.
Dalam buku ini penulis menuliskan kiat-kiat untuk mengenal diri sendiri, melejitkan potensi yang dimiliki, dan mengatasi permasalahan-permasalahan yang umum terjadi pada setiap diri mahasiswa. Permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan spiritual power, emotional power, true financial power, intelectual power dan action power. Karena, ada pepatah yang mengatakan semakin tinggi suatu bangunan maka angin yang menerpanya akan semakin kuat. Oleh karena itu di butuhkannlah pondasi yang juga kuat. Kuat bukan bearti kaku tapi kuat dimaksudkan dapat menopang tingginya bangunan, beban bangunan serta meminimalisir terjadinya kecelakaan didalam bangunan tersebut.
Selain motivasi-motivasi dan kiat-kiat sukses menjadi seorang mahasiswa, dalam buku ini pun penulis hadiahkan alamat-alamat kedutaan besar di luar negeri, daftar yayasan pemberi beasiswa dalam dan luar negeri serta informasi training centre binaan penulis yang dapat menginspirasi para pembaca semua untuk sukses.
Namun, gaya penulisan dalam buku ini sulit di pahami oleh pembaca pada umunya. Banyak kata-kata motivasi yang harus dibaca berulang-ulang agar dapat memahaminya. Penulis juga tidak menjelaskan maksud dari  kata-kata motivasi tersebut sesuai dengan materi yang disajikan. Serta penjualan buku ini yanghanya dapat di temukan di took resmi atau via telepon dan e-mail yang membuat orang-orang sebagian besar masyarakat tidak mengenal buku tersebut.

Diluar dari segala kekurangannya, buku ini layak untuk dibaca oleh setiap mahasiswa terlebih lagi mahasiswa muslim. Nilai keagaman yang terbungkus dalam buku ini serasa begitu kental. Karena, dalam buku ini disajikan penggalan-pergalan firman Allah yang akan menambahkan motivasi mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang sukses.