Al Qur’an dan ManusiaPart I
Tilawah adalah membaca (ayat Al
Qur’an) dengan baik dan benar. Tilawah sering kita dengar dengan istilah tadarus. Membaca Al Qur’an bukan hanya membaca tiap
hurufnya saja. Namun maknanya yang indah, rahasia dan amazing masih ada dalam
kalimat demi kalimat didalamnya. Tiap kalimat terdiri dari beberapa kata, tiap
kata terdiri dari beberapa huruf dan tiap huruf menyimpan 10 kebaikan jika kita
membacanya dengan baik dan benar. Banyak cerita istimewa yang dialami oleh
orang-orang yang bertilawah. Bahkan orang yang mendengarkan tilawahnya pun
mendapatkan keistimewaan.
Tilawah tilawah dan tilawah. Kapan
sih waktunya kita berhenti bertilawah. Capek…
Sudah khataman waktu SMP, sudah
khatam al qur’an waktu bulan ramadhan kemarin. Apa lagi sih yang di baca??? Gak ada capeknya apa? Bosen, Al-Qur’an mulu
yang di baca. sudah baca berulang
kali, aku sudah pernah jadi juara baca Al Qur’an. Terus, masa bacanya Al Qur’an
terus, ketinggalan zaman. Banyak dari kita yang pernah berpikiran atau bahkan
pernah berbicara seperti itu. Tapi tahukah kalian, bahwa Al-Qur’an itu OBAT
yang paling ampuh bagi manusia. Karena manusia dan Al Qur’an itu satu kesatuan
(sama-sama ciptaan Allah, hahaha ).
+
+
+
+
+
Ini salah satu cerita yang pernah
saya dengar (true story)...
Sebagian besar wanita Indonesia
suka menonton sinetron di televise. Mulai dari sinetron keluarga, drama Indonesia,
drama korea , telenovela dan lain-lain (melow-melow githuuuu). Begitu juga ibu 2 orang anak ini. Saat
itu sinetron korea yang sedang booming di Indonesia yang ditayangkan
oleh salah satu station tv swasta di Indonesia. Dan begitu lah, dia tidak
pernah absen sebentar pun dari depan layar kaca miliknya. Shalat pun dia laksanakan
dengan secepat kilat (soalnya takut ketinggalan sih). Kalau belum selesai
acaranya, gak mau bergeser sedikitpun. Kalo gak puas nontonya, dia beli CD atau
DVDnya (wlo pun pke yang bajakan-jangan tiru adegan ini-). Begitu setiap
harinya kegiatan sang ibu. Sampai pada suatu hari Anaknya (yang perempuan) jalannya
pincang. Katanya sih, karena becanda sama kakanya. Kemudian di panggilah tukang
pijat tulang langganan, tapi gak ada perubahan. Pergilah mereka ke dokter
spesialis anak, kemudian sang dokter menyarankan agar di bawa ke dokter tulang.
Setelah di bawa ke dokter tulang, dokter menyarankan agar anaknya di ronsen.
Namun, belum terlihat hasilnya. Dokter menyarankan anaknya agar dironsen 3G. Setelah
di ronsen dokter bilang bahwa di tulang panggul anaknya ada yang remuk dan
hilang lalu dokter menyarankan untk di operasi. Untuk mengakuratkan hasilnya
dokter menyarankan agar ibu itu melakukan CT-Scan . dan hasilnya tetap sama. Sang
ibu di sarankan untuk segera mengambil tindakan opersi. sang ibu tidak tega ,melihat
putrinya harus menjalani opersi besar dalam usia sekecil itu. Untuk persiapan
operasi tersebut sang anak haruslah dirawat di rumah sakit tersebut. Dia dan
suaminya tidak putus asa menerima keadaan
yang seperti itu, sembari mereka (suami isteri) mencari pengobatan alternative
yang lain yang tak mengharuskan operasi dalam pengobatinya. Meraka meniatkan
tilawah satu hari satu juz di niatkan untuk anak, sepanjang hari sang ibu
menemani anaknya dengan bertilawah di samping tempat tidurnya. Tak lupa puasa
sunah, dhuha, tahajud dan shodaqoh selalu diniatkan untuk anaknya-kesembuhan
anaknya-. Dengan formula itu disertai tawakal, ikhlas dan do’a Allah memberikan
keistimewaan kepada keluarga itu. Sudah dua minggu sang putri dirawat, waktu
opersi pun tiba. Tapi, di hari itu sang putrinya terbengun dan berjalan kearah
sang ibu yang sedang shalat tanpa pincang. Mengetahui kejadian itu, dokter menyarankan untuk CT-Scan ulang. Dan Formula++
pun bereaksi, formula itu menghilangkan semua dugaan-dugaan dokter terhadap
putri tercintanya. Putrinya dinyatakan sehat. Allah mengangkat semua
kejanggalan-kejanggalan yang ada dalam diri sang anak. Formula++ itu bekerja
dengan baik dan benar Pada waktu yang tepat pula. Ternyata semua rentetan kejadian
tersebut adalah teguran bagi keluarganya untuk selalu dekat dengan Allah dan
selalu berpedoman pada Al Qur’an. Sejak saat itu, jangankan menonton sinetron berjam-jam, menonton berita di tv pun jarang. Hanya al-qur’an dan buku-buku
yang menjadi temannya sehari-hari. Anak-anaknyapun diarahkan agar selalu
bersama Al-Qur’an kapan pun dan dimana pun mereka berada.
+
+
+
+
+
Ini true story lho....
Nantikan kisah-kisah Al-qur’an dan manusia selanjutnya.... ;-)
cerita dari mana tuh sumbernya?
BalasHapus