Kamis, 12 Juni 2014

Al Qur’an dan ManusiaPart I


Tilawah adalah membaca (ayat Al Qur’an) dengan baik dan benar. Tilawah sering kita dengar dengan istilah tadarus.  Membaca Al Qur’an bukan hanya membaca tiap hurufnya saja. Namun maknanya yang indah, rahasia dan amazing masih ada dalam kalimat demi kalimat didalamnya. Tiap kalimat terdiri dari beberapa kata, tiap kata terdiri dari beberapa huruf dan tiap huruf menyimpan 10 kebaikan jika kita membacanya dengan baik dan benar. Banyak cerita istimewa yang dialami oleh orang-orang yang bertilawah. Bahkan orang yang mendengarkan tilawahnya pun mendapatkan keistimewaan.
Tilawah tilawah dan tilawah. Kapan sih waktunya kita berhenti bertilawah. Capek…
Sudah khataman waktu SMP, sudah khatam al qur’an waktu bulan ramadhan kemarin. Apa lagi sih yang di baca??? Gak ada capeknya apa? Bosen, Al-Qur’an mulu yang di baca. sudah baca berulang kali, aku sudah pernah jadi juara baca Al Qur’an. Terus, masa bacanya Al Qur’an terus, ketinggalan zaman. Banyak dari kita yang pernah berpikiran atau bahkan pernah berbicara seperti itu. Tapi tahukah kalian, bahwa Al-Qur’an itu OBAT yang paling ampuh bagi manusia. Karena manusia dan Al Qur’an itu satu kesatuan (sama-sama ciptaan Allah, hahaha ).
+
+
+
+
+
Ini salah satu cerita yang pernah saya dengar (true story)...
Sebagian besar wanita Indonesia suka menonton sinetron di televise. Mulai dari sinetron keluarga, drama Indonesia, drama korea , telenovela dan lain-lain (melow-melow githuuuu). Begitu juga ibu 2 orang anak ini. Saat itu sinetron korea yang sedang booming di Indonesia yang ditayangkan oleh salah satu station tv swasta di Indonesia. Dan begitu lah, dia tidak pernah absen sebentar pun dari depan layar kaca miliknya. Shalat pun dia laksanakan dengan secepat kilat (soalnya takut ketinggalan sih). Kalau belum selesai acaranya, gak mau bergeser sedikitpun. Kalo gak puas nontonya, dia beli CD atau DVDnya (wlo pun pke yang bajakan-jangan tiru adegan ini-). Begitu setiap harinya kegiatan sang ibu. Sampai pada suatu hari Anaknya (yang perempuan) jalannya pincang. Katanya sih, karena becanda sama kakanya. Kemudian di panggilah tukang pijat tulang langganan, tapi gak ada perubahan. Pergilah mereka ke dokter spesialis anak, kemudian sang dokter menyarankan agar di bawa ke dokter tulang. Setelah di bawa ke dokter tulang, dokter menyarankan agar anaknya di ronsen. Namun, belum terlihat hasilnya. Dokter menyarankan anaknya agar dironsen 3G. Setelah di ronsen dokter bilang bahwa di tulang panggul anaknya ada yang remuk dan hilang lalu dokter menyarankan untk di operasi. Untuk mengakuratkan hasilnya dokter menyarankan agar ibu itu melakukan CT-Scan . dan hasilnya tetap sama. Sang ibu di sarankan untuk segera mengambil tindakan opersi. sang ibu tidak tega ,melihat putrinya harus menjalani opersi besar dalam usia sekecil itu. Untuk persiapan operasi tersebut sang anak haruslah dirawat di rumah sakit tersebut. Dia dan suaminya  tidak putus asa menerima keadaan yang seperti itu, sembari mereka (suami isteri) mencari pengobatan alternative yang lain yang tak mengharuskan operasi dalam pengobatinya. Meraka meniatkan tilawah satu hari satu juz di niatkan untuk anak, sepanjang hari sang ibu menemani anaknya dengan bertilawah di samping tempat tidurnya. Tak lupa puasa sunah, dhuha, tahajud dan shodaqoh selalu diniatkan untuk anaknya-kesembuhan anaknya-. Dengan formula itu disertai tawakal, ikhlas dan do’a Allah memberikan keistimewaan kepada keluarga itu. Sudah dua minggu sang putri dirawat, waktu opersi pun tiba. Tapi, di hari itu sang putrinya terbengun dan berjalan kearah sang ibu yang sedang shalat tanpa pincang. Mengetahui kejadian itu,  dokter menyarankan untuk CT-Scan ulang. Dan Formula++ pun bereaksi, formula itu menghilangkan semua dugaan-dugaan dokter terhadap putri tercintanya. Putrinya dinyatakan sehat. Allah mengangkat semua kejanggalan-kejanggalan yang ada dalam diri sang anak. Formula++ itu bekerja dengan baik dan benar Pada waktu yang tepat pula. Ternyata semua rentetan kejadian tersebut adalah teguran bagi keluarganya untuk selalu dekat dengan Allah dan selalu berpedoman pada Al Qur’an. Sejak saat itu, jangankan menonton sinetron berjam-jam, menonton berita di tv pun jarang. Hanya al-qur’an dan buku-buku yang menjadi temannya sehari-hari. Anak-anaknyapun diarahkan agar selalu bersama Al-Qur’an kapan pun dan dimana pun mereka berada.
+
+
+
+
+
Ini true story lho....

Nantikan kisah-kisah Al-qur’an dan manusia selanjutnya.... ;-) 

1 komentar: